
Jakarta, penggilabola Indonesia
—
Aksi nekat tiga orang turis wanita yang memilih berjalan kaki sejauh 9,4 kilometer menuju
Bandara Changi
Singapura pada pukul 03.00 pagi mendadak viral di media sosial.
Mereka memilih jalan kaki ke Bandara Changi ketimbang menggunakan jasa transportasi daring yang perjalanannya berdurasi 16 menit
Melansir
Asia One
, perjalanan tak biasa tersebut diunggah oleh pengguna TikTok bernama Angie pada 16 Juli lalu dan telah ditonton lebih dari 500 ribu kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil memegang tas genggam dan menarik koper masing-masing, ketiga perempuan tersebut mulai berjalan kaki pada pukul 02.42 pagi waktu setempat demi mengejar penerbangan mereka yang dijadwalkan terbang pada pukul 07.00 pagi.
Dalam rekaman video yang diunggah, tampak ketiganya menarik koper melintasi trotoar dan jalanan kota Singapura yang sepi tanpa lalu lalang kendaraan maupun pejalan kaki lainnya.
Pada satu momen, mereka bahkan harus melewati terowongan bawah tanah yang gelap dengan mengandalkan flashlight dari ponsel pintar mereka untuk menerangi jalan.
Setelah menempuh perjalanan darat selama hampir dua setengah jam, ketiganya akhirnya berhasil tiba di Bandara Changi pada pukul 05.04 pagi. Waktu kedatangan tersebut masih memberikan mereka banyak jeda sebelum proses masuk ke pesawat atau boarding.
Aksi unik ketiga turis tersebut memicu beragam reaksi kekaguman dari netizen. Banyak pengguna media sosial menyoroti bagaimana perjalanan malam hari tersebut menjadi bukti nyata reputasi Singapura sebagai salah satu destinasi wisata paling aman di dunia, terutama bagi turis wanita.
“Saya suka Singapura karena tiga anak perempuan bisa berjalan kaki selama dua jam menuju bandara di trotoar yang layak pada jam 2 pagi dan merasa sangat aman melakukannya,” tulis seorang pengguna internet di kolom komentar.
“Singapura memang sangat aman untuk turis perempuan,” puji netizen lainnya.
Meski demikian, beberapa netizen lain menyikapi aksi tersebut dengan nada gurau. Mereka membayangkan betapa beratnya usaha menarik koper sejauh hampir 10 kilometer, serta heran bagaimana ketiganya bisa sampai di bandara tanpa banjir keringat mengingat cuaca Singapura yang cenderung panas dan lembap.
@giendema
peak unemployment activity
♬ original sound – angie
Singapura memang dikenal secara global sebagai salah satu kota teraman di dunia dengan tingkat kejahatan kekerasan yang sangat rendah. Para analis menilai reputasi ini berhasil dibentuk berkat kombinasi hukum dan sanksi yang sangat ketat, penegakan hukum yang efektif, jaringan pengawasan (CCTV) yang luas, serta standar hidup masyarakat yang tinggi.
Uniknya, berdasarkan pemeringkatan dari platform perjalanan GuruWalk, Singapura menempati urutan ke-70 dalam daftar 100 kota terbaik dunia untuk penjelajahan jalan kaki, berada di belakang beberapa tetangga regionalnya seperti Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Kuala Lumpur.
(wiw/asr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video penggilabola]
Baca lagi: Studi Ungkap Baby Walker Tak Bikin Bayi Cepat Jalan dan Risiko Cedera
Baca lagi: LSF: Cuma 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Umur
Baca lagi: Mercedes-AMG Rilis Livery Baru untuk F1 2026




One Response
Penjelasan yang sangat menarik dan memberikan perspektif baru buat saya. Terima kasih banyak admin! Kebetulan saya juga nemu info serupa yang dibahas mendalam di https://blog.dma.org/2014/05/ sebagai referensi tambahan.