Posisi Kursi Pesawat Terbaik buat Penumpang yang Cemas Saat Terbang

Jakarta, penggilabola Indonesia

Bagi sebagian orang, bepergian dengan

pesawat

terbang adalah hal yang lumrah. Meskipun harus berhadapan dengan antrean pemeriksaan keamanan yang panjang atau risiko keterlambatan alias delay, hal tersebut hanya dianggap sebagai gangguan kecil sebelum mencapai destinasi tujuan.

Namun, bagi sebagian lainnya, rasa cemas saat terbang merupakan kendala besar. Data dari Cleveland Clinic menunjukkan bahwa lebih dari 25 juta orang dewasa di Amerika Serikat mengidap

aerophobia

, ketakutan berlebih terhadap penerbangan yang dapat memicu serangan panik, pusing, mual, hingga jantung berdebar kencang.

Dr. Sam Zand, seorang psikiater sekaligus CEO Anywhere Clinic, mengungkapkan bahwa mayoritas pasien yang ia tangani sering kali tidak tahu pasti pemicu utama dari ketakutan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati penyebabnya sering tidak jelas, dampaknya sangat nyata. Sebagian orang memilih untuk menghindari perjalanan udara sama sekali. Bagi mereka yang memberanikan diri naik pesawat, momen lepas landas, pendaratan, dan terutama turbulensi menjadi pemicu utama yang dapat memicu kepanikan luar biasa.

Bagi para penumpang yang kerap merasa cemas, pemilihan posisi kursi ternyata memiliki peran besar untuk meredakan rasa takut. Para pakar penerbangan dan pilot senior sepakat bahwa area tengah pesawat merupakan lokasi terbaik untuk meminimalkan dampak goncangan turbulensi.

Mantan pilot maskapai yang kini menjadi petugas keselamatan penerbangan di

Foundation for Aviation Safety

, Randy Klatt, menjelaskan fenomena ini menggunakan analogi perahu.

“Saat pesawat diterjang turbulensi, bayangkan seperti perahu di tengah lautan yang dihantam gelombang. Bagian depan dan belakang akan bergerak naik-turun, miring ke kiri-kanan, serta bergeser,” jelas Klatt.

“Seluruh pergerakan tersebut berada pada tingkat paling minimal tepat di bagian tengah, yaitu di titik pusat gravitasi pesawat,” tambahnya.

Pakar keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse turut mengibaratkan dinamika gerakan pesawat dengan wahana

rollercoaster

.

“Goncangan terasa jauh lebih kuat di barisan belakang karena posisi tersebut ikut tertarik oleh gerakan pesawat. Berdasarkan desain rekayasa penerbangan, duduk di bagian tengah memberikan stabilitas yang lebih tinggi,” ujar Brickhouse kepada

Travel + Leisure

.

Selain memilih posisi duduk yang tepat di area tengah (sekitar bagian sayap pesawat), para pilot di kokpit juga selalu berupaya menjaga kenyamanan penumpang dari potensi turbulensi.

“Kami akan mengubah ketinggian jelajah, naik atau turun, untuk mencari lapisan udara yang lebih tenang. Pilot akan melakukan apa saja demi memastikan penumpang merasa aman dan nyaman,” kata Klatt.

Dari sudut pandang terapi psikologi, memahami sains di balik rekayasa pesawat dan mengetahui posisi duduk paling stabil dapat menjadi amunisi kuat untuk melawan rasa takut.

“Memilih kursi di bagian tengah adalah langkah yang sangat bagus. Jika Anda bepergian bersama teman atau kerabat, mintalah mereka duduk di samping Anda. Itu adalah pendekatan terbaik untuk mengelola kecemasan,” pungkas Dr. Zand.

(wiw)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video penggilabola]

Baca lagi: Update Bursa Transfer Pelatih Super League: 7 Wajah Baru, 2 Lowong

Baca lagi: Sinopsis No Time to Die, Bioskop Trans TV 21 Juli 2026

Baca lagi: Hybrid Race Wellnest Festival Hari Kedua Dipadati Peserta Perempuan

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: