London Dinobatkan Jadi Kota Terpintar di Dunia, Apa Keunggulannya?

Jakarta, penggilabola Indonesia

Kota

London

di Inggris, resmi dinobatkan sebagai kota terpintar di dunia berkat efektivitas pemanfaatan teknologi, kecerdasan buatan (

Artificial Intelligence

/AI), serta layanan digital yang dinilai sangat memberi dampak positif bagi warga dan pelaku usaha.

Gelar kota terpintar tersebut diraih berdasarkan laporan perdana

Intelligent Cities Index

yang dirilis oleh perusahaan konsultan global Boston Consulting Group (BCG).

Indeks ini tidak mengukur tingkat kecerdasan akademis warga kota, melainkan berfokus pada sejauh mana sebuah kota memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk melayani masyarakat serta dunia usaha. BCG menilai 61 kota besar di seluruh dunia berdasarkan lima faktor utama: hasil bagi warga atau

resident outcomes

, strategi, adopsi teknologi, penyampaian layanan pemerintah, serta ekosistem pendukung inovasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

London menunjukkan keunggulan yang sangat menonjol pada kategori

resident outcomes

, yang mencakup kualitas hidup, peluang ekonomi, serta kemampuan kota dalam mendukung lapangan kerja, bisnis, dan kewirausahaan.

Secara keseluruhan, London berhasil meraih skor 85 dari 100, unggul lima poin dari kota-kota pesaing terdekatnya seperti Dubai, New York, Washington, dan Amsterdam.

Managing Director dan Partner BCG, Arturs Smilkstins, mengungkapkan bahwa pencapaian London ini membuktikan bahwa menjadi kota pintar tidak melulu harus memiliki infrastruktur fisik paling baru.

“Posisi London mungkin terlihat mengejutkan bagi kota dengan begitu banyak infrastruktur tua. Namun, peringkat ini menunjukkan bahwa menjadi ‘kota pintar’ bukan tentang memiliki aset fisik terbaru, melainkan seberapa baik kota memanfaatkan teknologi, AI, dan layanan digital untuk membuat aset yang ada bekerja lebih baik bagi warga dan bisnis,” ujar Smilkstins, seperti dilansir

Time Out

.

“Kekuatan London terletak pada luasnya jangkauan kinerjanya, mulai dari kualitas hidup dan peluang ekonomi, hingga adopsi layanan publik, penyampaian pemerintah, serta ekosistem inovasinya yang mendalam,” tambahnya.

Laporan membanggakan ini dirilis tak lama setelah Wali Kota London, Sadiq Khan, berkomitmen mengucurkan dana hibah sebesar 18 juta pound sterling atau sekitar Rp432 miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk membantu generasi muda London memasuki pasar kerja berbasis AI, sebagai langkah aktif dalam mendorong transisi teknologi di kota tersebut.

(wiw)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video penggilabola]

Baca lagi: Said Abdullah: Hanya 71 Persen Rumah Layak Huni di Madura

Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar 14 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini

Baca lagi: Saudi Kembali Bersitegang dengan Irak Buntut Serangan Drone di Riyadh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: