Bandara Terbesar di ASEAN Ini Ramai Penipuan, Otoritas Tindak Tegas

Jakarta, penggilabola Indonesia

Road Transport Department (JPJ)

Malaysia

melaporkan banyak korban yang tertipu oleh para calo di

Bandara Internasional Kuala Lumpur

.

Melansir

VN Express

, modus para calo biasanya dilakukan dengan menetapkan biaya tinggi untuk transportasi ke Kuala Lumpur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Jenderal JPJ Datuk Aedy Fadly Ramli mengatakan, biaya yang biasanya ditetapkan sebesar 80 ringgit (sekitar Rp355 ribu) dinaikkan menjadi sekitar 300 ringgit (Rp1,3 juta) hingga 500 ringgit (Rp2,2 juta).

Otoritas setempat pun terus mengarahkan personel tambahan di Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk mencegah praktik penipuan tarif. Praktik itu biasanya menargetkan wisatawan asing yang bepergian dari bandara ke pusat kota Kuala Lumpur.

Operasi khusus itu sebelumnya telah berlangsung selama 12-26 Juni 2026. Kini, pihaknya terus melangsungkan operasi tersebut.

Operasi yang berfokus pada dua terminal ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan MAHB (Malaysia Airports Holdings Berhad). Petugas JPJ melakukan operasi penyamaran dan menerima bantuan dari warga asing untuk membantu mengidentifikasi para calo tersebut.

Bandara Internasional Kuala Lumpur sendiri memiliki luas sekitar 100 kilometer persegi. Bandara ini menjadi pusat penting untuk perjalanan udara domestik dan internasional.

Hingga Mei 2026, Malaysia telah menyambut 17,5 juta wisatawan asing, mempertahankan posisinya sebagai negara yang paling banyak dikunjungi di Asia tenggara.

(asr)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video penggilabola]

Baca lagi: MMAJ Jakarta 2026 Digelar, Bawa Kolaborasi Budaya Jepang-Indonesia

Baca lagi: 5 Rekomendasi Film Akhir Pekan, 402 Rumah Sakit Angker Korea dan Moana

Baca lagi: Rachmat Gobel, Pendiri Panasonic Gobel dan Mendag era Jokowi Berpulang

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: